Kehendak Allah

Taman Surga No Comments »

Tulislah rencanamu dengan sebuah pensil, tapi berikan penghapusnya pada Allah.Biarkan Allah menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan rencana yang lebih indah. Sehingga dirimu akan lebih ikhlas menerima apa yang terjadi…

Indah nian kalimat diatas, mencerminkan sebuah semangat terencana untuk mencapai tujuan yang disertai dengan penyerahan diri pada Sang Maha Kuasa. . .

Banyak dikalangan orang sekarang yang begitu berambisi untuk mendapatkan sesuatu dengan mengorbankan kejujuran, harga diri bahkan keimanannya. Begitu mudahnya meninggalkan nilai-nilai itu hanya untuk menggapai impiannya, meraih cita-citanya dan mengikuti nafsunya, padahal Allah lebih mengetahui kebaikan untuk seseorang melebihi pengamatan orang itu terhadap dirinya sendiri.

“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 216)

Mungkin kita sering mengalami peristiwa dimana impian yang sudah susah payah direncanakan dan dilaksanakan dengan mengeluarkan segenap kemampuan, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi kemudian Allah dengan skenario-Nya yang sangat indah mengganti dengan yang lebih baik, lebih bagus dan lebih menyenangkan, lalu karenanya kita tersenyum, bahagia dan berterimakasih pada Allah. Bukan begitu kawan ?!

Oleh karenanya kita harus yakin, percaya sepenuhnya dan berfikiran baik pada Takdir yang telah Allah tetapkan, yang telah Allah tuliskan dalam kitabNya berjuta-juta tahun lalu. Senang rasanya memiliki pemimpin seperti Dr. Hidayat Nur Wahid, dimana beliau sangat yakin bahwa takdir yang telah Allah berikan pasti sangat baik untuk makhluknya.

Terkadang tulisan-tulisan itu mencerminkan keadaan hati sang penulis, begitupun dengan ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

Selamat Jalan Kawan…

Curhat No Comments »

Selamat jalan kawan. . .

Jasamu, kebaikanmu dan pertolonganmu akan kukenang selalu. . .

Hanya kata perpisahan diatas yang dapat aku berikan untuk mengikhlaskan kepergian kalian, bukan jasad ini yang dapat mengantarkan kalian ke tempat peristirahatan terakhir karena aku berada jauh darimu. . .  Maafkan aku kawan. . .

Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Sedih sekali rasanya perasaan ini kawan, sampai-sampai saat kutulis tulisan ini aku masih belum dapat menerima kepergian kalian berdua. . . .

Fandi, trimakasih atas senyuman yang sering kau berikan, engkau adalah teman yang fear, baik, ceria dan menyenangkan. Sayang sekali, aku tak dapat membalas kekalahan telakku saat kita main WE dahulu. . . Kau hebat fandi, tapi sayang, Allah cepat sekali memisahkan kita. . .

Armi, terimakasih selalu padamu miii, darimu kutemukan pribadi yang sangat ikhlas untuk menolong temanmu, yang memberikan senyumannya dengan tulus dan segalanya. . . Terimakasih untuk catatan yang sering kau pinjamkan, sering pula engkau mencatatkan untukku, sering juga engkau meminjamkan tugas padaku dan semua kebaikanmu padaku. Maaf ya mi klo aku kurang membalas budimu. . .

Untuk temanku Meru yang berada di jogja, klo km baca tulisanku ini, ingatlah selalu kebaikannya pada kita yaaa…

Semoga kalian berdua dimudahkan oleh Allah menuju surganya. . .

Selamat jalan kawan, aku sedih sekali kalian tinggalkan kami begitu cepat. . .

Untuk apa kita berdoa ???

Motivasi 5 Comments »

Tak semua yang kita pikirkan akan terlaksana…
Pun, tak semua yang kita cita-citakan akan menjadi kenyataan…

Yaah, begitulah hidup, kadang susah kadang senang, kadang sedih kadang gembira, jadi kesimpulannya: hidup itu kadang-kadang ?!!@#$#$#$, aneeehhh…

Ada satu hadist menarik yang diriwayatkan oleh Bukhori & Muslim kawan, kurang lebih bunyinya seperti ini :

“Tiada seorang pun di antara kalian, bahkan tidak ada suatu jiwa manusia melainkan sudah ditentukan tempatnya di sorga atau neraka, nasib baik atau celaka”.

Klo orang pesimis mengetahui hadist ini, kemungkinan akan bertambah kemalasannya, bertambah amal buruknya dan parahnya akan bertambah su’udzon-nya terhadap Allah. Begitupun dengan orang yang tidak mau mencari ilmu lebih dalam tentang hadist ini. Mudah-mudahan kita terhindar dari ini semua… Amiiin…

Beberapa pekan yang lalu aku mendapat sebuah jawaban yang sangat bagus dari Sang Murobbi yang luar biasa kawan, benar sekali “LUAR BIASA”. Di tengah kesulitannya menjalani hidup, ditengah kesibukannya mencari rezeki dan ditengah masalahnya yang tercermin dari wajahnya, beliau tetap istiqomah menuntun kami ke surga-Nya…

Dalam satu diskusi, beliau memberi kami sebuah pertanyaan, “Untuk apa kita beribadah?? Untuk apa kita bersusah payah beramal?? Bukankah orang Muslim yang tidak melakukan syirik sudah barang tentu akan dimasukkan Allah ke surga?? Lalu untuk apa kita capek-capek melakukan amal kebajikan yang banyak??”

Sejenak kami semua terdiam, kemudian beberapa menjawab dengan jawaban yang “biasa-biasa” saja, tidak ada sesuatu hal yang baru ataupun spesial menurutku.

Sebelum aku lanjutkan, taukah kau jawabannya kawan??? Ahhh… kau sama saja kawan, lambat…. Hehehehe…

Perhatikan baik-baik jawaban Pahlawanku ini kawan, kurang lebih maksud beliau seperti ini : “Banyaknya amalan baik kita, ibadah kita dan perjuangan kita untuk mencari ridho Allah SWT akan berkaitan dengan kualitas DOA kita, kemanjuran DOA kita dan kekuatan DOA kita. Dan kita sudah mengetahui bersama kalau salah satu (bahkan klo tidak salah satu-satunya) hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah takdir kita adalah “DOA”, benar kawan “DOA”. (maaf hadist-nya lupa, silahkan nyari sendiri, Insya Allah ada).”

Maka tidak salah kalau sebagian orang mengatakan “DOA” itu adalah senjata rahasia kaum muslimin. Ingat kawan, “senjata rahasia”, bukan senjata biasa. Jadi penggunaannya pun harus dibedakan, maksudnya harus didahului dengan ikhtiar/berusaha.

Benar apa yang kau pikirkan kawan, kita ini orang hebat, kita memiliki senjata, senjata yang sangat hebat, kita juga memiliki Allah yang senantiasa berada dekat dengan kita. Lalu, apa yang kurang dari kita???

Yaaa benar, yang kurang dari kita adalah kesungguhan, kesungguhan untuk berusaha, kesungguhan untuk mendekatkan diri dengan Allah dan tentunya kesungguhan kita berdoa kepada-Nya…

Mudah-mudahan takdir buruk yang telah Allah tetapkan pada kita dahulu, dapat kita ubah dengan kekuatan DOA kita…Tentunya setelah semua usaha yang kita lakukan…

Baik kawan, mungkin itu dulu pelajaran dari salah satu perjalanan hidupku ini, mudah-mudahan kita diberi kemudahan oleh Allah SWT…

Tetap melihat kedepan, dan jangan terlalu lama menoleh kebelakang….

Ada apa dengan “kita” !?!

Kritik 8 Comments »

One man one dollar” Orang PKS bilang begitu…

One man one dinar” Orang PBB yang bilang…

Jihad to Palestin” FPI yang buka pendaftaran…

Lalu, bagaimana dengan saudara seiman kita yang tertindas di belahan bumi lain kawan !?! Kenapa suara yang terdengar hanya untuk Palestina !?! Mengapa demo yang kita lakukan hanya untuk Palestina !?! Kenapa uang kita yang ‘kita’ alirkan hanya untuk Palestina !?! Apakah hanya ada di Palestina muslim yang didzalimi !?! Bagaimana dengan Afhganistan, Irak, dll…

Yaaa, pertanyaan seperti itu sering kali hadir dalam pikiran akhir-akhir ini… Bukan sentimen, bukan juga iri, apalagi benci dengan saudara kita di Palestina, Naudzubillah… Tapi ini adalah masalah keadilan, persoalan ketidakseimbangan, bab diskriminasi dan lebih jauh lagi masalah ukhuwah (persaudaraan) terhadap saudara kita lainnya.

Ketika aku bertanya pada salah seorang teman, yang sebenarnya jawaban itu sudah dapat kutebak sebelumnya. “…, kenapa ‘kita’ sering kali demo untuk Palestina!?! Bagaiman dengan muslim tertindas di negara lain!?!”. Jawaban dia: “karena palestina adalah simbol kemenangan Islam”.

Ironis sekali jawaban itu, hanya karena sebuah ’simbol’ kita lupa dengan yang namanya ukhuwah, lupa bahwa ‘kita’ masih punya saudara muslim terjajah di negara lain, lupa dengan kasih sayang terhadap mereka yang bukan di Palestina.

Saudaraku, Afghanistan juga butuh dukungan moral ‘kita’! Butuh kita semangati! Butuh kita bantu! Butuh kita doakan (seperti doa qunut yang sekarang dilaksanakan di Masjid tercintaku Syamsul ‘Ulum setiap hari oleh karena penyerangan laknatullah Israel)! Bila ada yang mampu, sok silahkan jihad kesana. Mereka pun tidak kalah menderitanya, dulu di bombardir oleh Uni Soviet yang notabenya negara adikuasa, sekarang lebih parah lagi, tidak seperti Palestina yang hanya diserang oleh Israel, tapi lebih dari itu, oleh Sekutu kawan!!, sekutu!!, anda tahu kawan kalau sekutu itu kumpulan dari negara kafir seperti Amerika, Inggris, Australia, Korea, dll.!?! Begitupun dengan Irak dan saudara kita di belahan bumi lainnya. Mungkin dalam hati mereka terbersit “Kenapa kami tidak kau perlakukan sama saudaraku??????”

So, Mengapa dan Kenapa hanya Palestina yang kita bantu dengan demo, moril, uang, makanan, obat-obatan dan bahkan jihad !?!

Mudah-mudahan ini terlepas dari sifat “ashabiyah”, sifat fanatik secara berlebihan terhadap kelompoknya. Karena kita tahu kawan, kalau di Palestina mayoritas adalah pendukung Hamas, yang kalau digeneralisir adalah Ikhwanul Muslimin. Dan anda juga tahu kawan kalau Ikhwanul Muslimin adalah harakah islam terbesar di dunia, dan menurut info yang pernah didapat, terdapat lebih dari 73 cabang di dunia, itu dulu, mungkin sekarang jauh lebih besar. Begitupun dengan di Indonesia, harakah ini berkembang sangat cepat, secepat hati yang selalu mencari kebenaran. Kalau anda ingin tahu tentang harakah ini di Indonesia kawan, perhatikan ‘organisasi’ yang sangat reaktif dengan masalah Palestina, yang dapat menggerakkan ratusan ribu kader dalam sehari hanya dengan satu kata ‘Ta’limat’, yang dapat menciutkan hati lawan-lawan politiknya ketika berdemo, termasuk ’simpatisan’ amatirnya seperti aku kawan, yang kadernya berdemo tanpa dibayar seperakpun, dan bahkan mengeluarkan uangnya untuk di infakkan.

Luar biasa… Dahsyat…

Begitulah ketika iman sudah masuk ke dalam hati…

Ya Allah, mudah-mudahan engkau ampuni kelemahan iman kami, keburukan amal perbuatan kami dan segala keburukan yang ada pada kami… Engkau adalah penolong kami, maka ampunilah kami ya Allah….

Kereta itu telah memaksaku…

Curhat  Tagged 7 Comments »

Sungguh!! penderitaan, kecemasan dan penyesalan yang aku rasakan waktu itu telah membuatku berikrar untuk menceritakannya padamu kawan…

Malam itu, tepatnya selasa malam aku diantar oleh wahid teman seatap kos sejuta makhluk ke stasiun Kiaracondong. Dia juga yang telah menceritakan tentang suasana kereta ekonomi yang cukup menggiurkan. Terang saja, hanya dengan dua puluh delapan ribu kita dapat menempuh perjalanan Bandung-Solo, ditambah mendapat tempat duduk pula, benar-benar murah dan menarik…

Sebenarnya ketika membeli tiket siangnya, ada perasaan tidak enak, karena didepan loket karcis ada tulisan “Untuk tanggal 29 Desember - 5 Januari tempat duduk bebas”. Ini artinya siapa cepat dia dapat duduk, yang telat silahkan berdiri, lesehan atau pulang saja sana!

Tut tut tut… Gredeeeeeekkkkk dreeekkk dreeekkk dreekkk….. Kereta ekonomi itu akhirnya datang…

Penderitaanku pun dimulai…

Kuperhatikan baik-baik dari jendela kereta itu, tidak ada satupun tempat duduk yang kosong, semuanya telah diisi oleh penumpang semenjak dari stasiun Padalarang, stasiun pertama kereta itu diberangkatkan. Kemudian akupun masuk sambil berdoa dan berharap mudah-mudahan penglihatanku  tadi salah, tapi ternyata tidak, tak ada satupun kursi yang kosong. Lalu aku mencari penjual koran bekas, karena sudah dipastikan malam ini nasibku adalah lesehan. Setelah mencari-cari tempat kesana-kemari, kuputuskan untuk lesehan di depan pintu masuk gerbong kereta, karena sisi satunya sudah ditempatin penumpang lain, dengan sangat terpaksa aku duduk tepat didepan “TOILET”. Benar kawan, kalau engkau tak tahu “TOILET” itu apa, kupermudah saja dengan bahasa kita “WC”.

Sekitar jam sembilan malam kereta mulai diberangkatkan, akupun mencari posisi tubuh yang pas untuk bersandar di salah satu sisi toilet itu. Tak perlu aku ceritakan bagaimana aroma toilet itu kawan, tapi untungnya setelah pintu toilet itu ditutup, aromanya sedikit pudar mungkin karena sudah bercampur dengan aroma keringat penumpang kereta itu.

Semenjak kereta berangkat, aku mengutuki diri sendiri, menyesali diri yang terlalu banyak dosa sehingga tak tepat mengambil keputusan. Padahal uangku saat itu cukup kalau untuk membeli tiket kereta bisnis, malang nian nasibku ini. Beberapa waktu kemudian, mataku sudah sulit untuk diajak kompromi, aku pun tak kuasa menahan kantuk ini. Dengan kondisi yang berdesak-desakkan, udara yang pengap, suara yang bising, disertai lalu lalang orang-orang, mataku pun terpejam.

Nguiiiing… duk duk duk… kaget bukan maen, aku hampir jatuh karena keretanya bergoyang kesana kemari… Kuikuti kembali keinginan mataku, tapi beberapa saat kemudian, dok dok dok! duar duar duar! Buka pintunya! Buka pintunya! Buka pintunya! Ternyata kereta sudah berhenti di salah satu stasiun. Kejadian ini berulang-ulang pada stasiun-stasiun berikutnya… Sungguh memilukan….

Allah memang sayang padaku kawan, dalam kesengsaraan itu aku mendapat beberapa hiburan, mulai dari kenalanku orang Wonogiri yang konyol habis sehingga membuatku sering sumringah sampai ada beberapa orang yang nekat masuk membawa barang bawaan berkarung-karung yang akhirmnya karung dan pemiliknya masuk semua ke dalam toilet yang membuat pernafasan menjadi asma, paru-paru bolong dan kepala ngeliyeng, benar kawan, semuanya masuk ke dalam WC… kik kik kik kik…. Membuatku tertawa membayangkan penderitaan mereka…. ha ha ha ha. . .

Lebih tengah malam, klimaks penderitaanku datang juga, seperti biasa ketika kereta datang di stasiun-stasiun, suara gedoran pintu dan teriakan orang ingin masuk kembali terjadi. Tapi kali ini berbeda, tepatnya di stasiun kota Tasik gedoran ini teramat keras, sekeras keinginan dan kemarahan yang telah meluap-luap karena tak satupun pintu gerbong lain dibuka. Penjaga pintu gerbong sampingku, orang Wonogiri yang secara tidak sengaja menobatkan dirinya untuk menerima jabatan itu akhirnya membuka pintu. Sebenarnya kondisi di dalam sudah sangat sesak, jikalau ditambah penumpang lagi, dapat dipastikan tak ada satu orang pun yang dapat duduk, tak terkecuali diriku.

Satu demi satu penumpang itu masuk ke dalam gerbong tapi kuota yang dapat ditampung hanya empat orang saja, dua anak kecil, seorang ibu dan neneknya. Akhirnya tak ada satu pantat orang pun yang dapat menikmati kerasnya lantai kereta api, semuanya berdiri! Berdiri! Berdiri! sampai stasiun-stasiun berikutnya.

Dalam perjalanan berikutnya, disaat semua orang kelelahan, letih dan tubuh menjadi lemas, kereta pun berhenti. Kemudian datanglah seorang ibu-ibu yang berjalan tergopoh-gopoh bersama suaminya, mereka berdua membuat kami semua kaget. Dari raut wajah ibu itu, tersirat penderitaan yang sangat, terlihat seperti orang yang sedang menahan beban yang sangat berat. Ia memaksa untuk masuk ke dalam WC yang telah dipenuhi oleh berbagai macam karung dan manusia. Setelah ditanya, ternyata ibu itu ingin buang air kecil. Sontak orang yang berada di dalam WC melarang ibu itu untuk masuk, karena jika sampai buang air di dalam, akibatnya akan sangat fatal. Barang-barang dagangan itu akan terkena air kencing dan aromanya pun akan sangat menyengat karena tak ada setetes air yang mengalir dari lubang keran WC itu. Setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya ibu itu dibawa keluar dan berhasil melepaskan penderitaannya. Walaupun dalam kondisi normal terkesan sangat menjijikan, tapi apa boleh buat. Begitulah kawan, kalau orang sudah terjepit, terkadang rasa malu itu hilang.

Perjalanan berikutnya, kejadian orang yang kebelet kembali terulang, pelakunya masih sama seorang perempuan tepatnya ibu-ibu. Sepertinya harus dibuat peraturan tegas yang berbunyi: “Ibu-ibu yang naik kereta ekonomi harus memakai popok”. Dikarenakan kereta tidak dalam keadaan berhenti, maka kami yang berada disana menyuruh ibu itu untuk pergi ke WC gerbong sebelahnya. Beberapa saat kemudian ibu itu kembali dengan raut wajah yang menyenangkan, rupanya penderitaannya telah hilang.

Setelah beberapa jam aku berdiri, akhirnya Allah memberikanku secuil kasih sayangNya. Tepat di stasiun Kroya, banyak penumpang yang turun dan ada salah seorang yang turun memberitahuku kalau didalam ada beberapa kursi yang kosong. Akupun tak membuang kesempatan, kucari-cari kursi yang kosong. Kulihat ada satu kursi kosong, kutanyakan pada orang yang duduk disebelahnya, dengan raut wajah yang garang dia berkata : “Ada orangnya !!!”, malangnya nasibku. Tapi aku tak putus asa, kucari-cari lagi kursi yang kosong, dan kulihat tepat dibelakangku ada kursi yang kosong. Setelah kutanyakan pada ibu yang duduk disebelahnya, Alhamdulillah akupun bisa duduk disana.

Setelah mendapat tempat duduk, aku melihat jam, ternyata waktu shubuh telah datang. Dengan berayamum, aku memulai sholatku sembari duduk. Selang beberapa menit, pelupuk mataku tak kuasa untuk berkedip, akupun tertidur pulas, ya benar pulas, sampai tak tahu sudah berapa liter air liurku keluar dari guanya… hehehehe…

Kawan, begitulah kisah orang yang naik kereta ekonomi. Sedemikian perasaanku waktu itu sampai-sampai memaksaku untuk menuliskannya agar perasaanku plooooong….. Kalau engkau mempunyai uang lebih kawan, aku sarankan untuk naik kereta bisnis atau bis saja, dan kalaupun engkau terpaksa naik kereta ekonomi, pastikan tidak dalam suasana liburan dan hari libur. Jika engkau melanggar ini kawan, bersiaplah untuk menderita, ha ha ha ha. . .


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in